jump to navigation

Model Perkembangan Kurikulum April 29, 2009

Posted by aditya227sc in Uncategorized.
Tags:
trackback

PENDAHULUAN
Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani dan olah raga. Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-spritual-dan sosial), serta pembiasan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana.
Agar standar kompetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana sesuai dengan pedoman, maksud dan juga tujuan sebagaimana yang ada dalam kurikulum, maka guru pendidikan jasmani harus mampu membuat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Untuk itu perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi dalam pembelajaran.
Pembahasan

Dalam model perkembangan kurikulum seorang pendidik dituntut untuk tahu dan memahami, serta memajukan potensi peserta didik. “Karena peserta mengalami perubahan tahapan perkembangan dan pola pertumbuhan selama belajar, maka pendidikan harus meningkatkan ranah kognitif, psikomotor, dan afektif.” (Melograno, 1996 : 19-20, dalam Wawan S. Suherman, 2001 : 49). Kren apada dasarnya setiap peserta didik ini memiliki timing, pola pertumbuhan dan perkembangan baik dalam kehidupan maupun dalam tahap belajar yang berbeda antara yang satu dengan yang lainya.
Wawan S. Suherman M.Ed. mengatakan bahwa program pendidikan Jasmani harus sesuai dengan tahap perkembangan dan tingkat belajar anak. Karena sumbangan Pendidikan Jasmani terhadapa pola dan tingkat dimaksud merupakan inti dari pendidikan lewat jasmani atau sering disebut “Education Trought-The_Physical”. Jika menilik dari konsep dasar ini maka keterampilan dasar akan diajarkan di sekolah dasar, dengan diiikuti oleh berbagai jenis aktivitas atau unit tema, yang kemudian dilanjutkan di tingkat sekolah berikutnya termasuk juga olahraga sepanjang hayat.
Pada model ini peserta didik ditempatkan sebagai initi dari kurikuklum sedangkan guru sebagai perencana kegiatan yang akan dilaksanakan, dengan memperhatikan kebutuhan dan minat peserta didik. Jewett, Bain dan Ennis (1994 : 247), yang dikutip oleh Wawan S. (2001 : 50) mengatakan bahwa model ini merefeksiskan orientasi nilai aktualisasi diri yang menekan kan pada pertumbuhan siswa secara individual.
Adapun tujuan model kurikulum ini adalah kepuasan diri, kompeten melakukan aktivitas jasmani, memiliki kepatutan individu, mampu bersosialisasi, dan menentyukan pilihan secara bertanggunga jawab, serta mampu mengintregasikan pengalaman.
Program yang akan dilaksanakan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: pendekatan holistik dalam pencarian identitas pribadi, beragam kesempatan untuk perkembangan yang maksimal, lingkungan yang sehat yang menjamin perbedaan individu. Model perkembangan Hellison, selain menggunakan pendekatan holistik, juga memiliki fokus pada pengembangan tanggungjawab. Ia menjelaskan bahwa kerangka konseptual menjelaskan tahapan atau tingkatan perjalanan yang dilalui saat siswa belajar untuk menjadi lebih bertanggung jawab secara pribadi dan sosial. Kerangka konseptual dipakai untuk membangun proses pemberdayaan dan mencairkan ketegangan antara komitmen kepada diri sendiri dan komitmen kepada orang lain. Hellison menyatakan bahwa tujuan yang disajikan tidak terlalu mengetatkan kemajuan, dan bisa diatur secara kumulatif (masing-masing dibangun berdasarkan kemampuan sebelumnya) atau hanya menampilkan tujuan yang akan dituju oleh siswa setelah program selesai. Setiap tingkat menggambarkan nilai-nilai dan perilaku, dan tidak dimaksudkan untuk mengkategorikan atau melabeli siswa.
Menurut Annarino dalam Melograno, (1996: 20) dalam kutipan Wawan S. Suherman, tujuan yang terdapat dalam kurikulum model perkembangan adalah:
1) Organic development
a) Strength (static, dynamic)
b) Endurance (muscle, cardiovascular)
c) Flexibility (extent, dynamic)
2) Neuromuscular development
a) Perceptual motor abilities (balance, kinesthesis, visual discrimination, auditory discrimination, visual motor coordination, tactile sensitivity).
b) Fundamental movement skills (body manipulation, object manipulation, sport)
3) Intellectual development
a) Knowledge (rules, safety, etiquette, terms, body functions)
b) Intellectual skills and abilities (strategies, movement judgments, solving movement problems, understanding relationships, understanding immediate/long-range effects)
4) Social-personal-emotional development
a) Healthy response (positive reactions to success/failure, appreciation of aesthetics, tension release, fum, spectator appreciation)
b) Self-actualization (awareness of capability, capacity, and potential; level aspiration)
Self esteem (individual perception).
Menurut Gabbard, LeBlanc dan Lowy (1994:60-61) model perkembangan memiliki muatan kurikulumberkaitan dengan usia kronologis siswa, dan tingkatan kepasihan keterampilan siswa. Tingkatan keterampilan ada empat, yaitu level I (ketidakkonsistenan gerak), level II gerakan mulai dikontrol secara sadar, level III (gerakan menjadi lebih otomatis dan mudah diulangi, dan level IV ( otomatisasi sehingga anak mudah menyesuaikan gerakan yang tidak terduga dan baru). Level I dan II untuk usia Tk sampai kelas 2, dan level III-IV untuk kelas 3 sampai kelas 6. Muatan Kurikulum sebagai berikut:

Level I-II (building the foundation):
1) Health-related fitness
2) Movement awareness: Body, spatial, directional, temporal, vestibular, visual, auditory, tactile.
3) Fundamental movement skills: fundamental locomotor skills, fundamental nonlocomotor skills, and fundamental manipulative skills

Level III-IV (Utilization of the foundation)
1) Fitness (Health and Skills-Related Components)
2) Refinement of Movement Awareness and fundamental-Movement Skills
3) Introduction to (and utilization of foundation abilities) activities involving greater motor-task complexity: Game (individual, dual, team) Dance (creative, folk, square, aerobic), Gymnastic (stunts/tumbling, small & large equipment, rhytthmic)
4) Introduction of knowledge concepts, (for example, rules and strategies) and principles related to skill areas and fitness.
Dalam sebuah teori lain mengatakan bahwa beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.(http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=6) Sedangkan permainan sangat erat kaitanya dengan pendidikan jasmani yang memang basicnya adalah fisik.

Kesimpulan
Pada model ini maka pmbelajaran yang dilakukan adalah mengikuti alur perkambangan anak atau peserta didik, dan seorang guru merncanakan kegiatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan fisik anak.

Sumber Bahan
Wawan S. Suherman. 2001. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani. Yogyakrta : FIK UNY
Muhammad Saufi. 2008. UPAYA MENINGKATKAN KESEGARAN JASMANI MELALUI PENDEKATAN BERMAIN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI. http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/penjaskes/upaya-meningkatkan-kesegaran-jasmani-melalui-pendekatan-bermain-dalam-pembelajaran-pend
http://info.balitacerdas.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=6

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: